Tuesday, November 29, 2011

Bapak Kepsek!

Saya diincim KEPSEK!!
Sudah lama sih sebenernya... cuman baru sempet sekarang nulis di blog XD
Sebenernya berawal dari saia terlambat..
Di sekolah, maksimal telat jam 7.10. Kepsek ngajar kelasku hari Selasa, pelajaran pertama, walaupun cuman satu jam. Ehem, rumahku nggak jauh, justru deket. Deket banget. Cuman aku ini orangnya nggak suka wasting time di sekolah dengan datang lebih awal. Idiihh, ngapain coba datang lebih awal? Jam 06.30 pula! Ngapaiiiinnnn -_____-
Malah nanti waktunya dipake buat ngerjain PR yang belum digarap, hzzz, namanya PR (Pekerjaan Rumah) ya dikerjain di rumah dong!
Hanya saja, tiap Selasa pasti deh ketemu bapak kepsek :) Kadang suka disuruh ngisi surat ijin masuk, kadang dibolehin masuk. Hwehe, pokoknya aku save teryuss..
Sampai...
SUATU HARI ITU!!
Suatu hari itu aku telat, hari Selasa. Disuruh ngisi surat ijin masuk dulu. Eh, besoknya, aku belum telat tapi kebetulan pak kepsek liat aku dan aku DISURUH NGISI SURAT IJIN!!
Besoknya, aku datang jam 07.08 dan sama guru mata pelajaranku disuruh ke ruang guru. Alamak, apaan lagi nih. Kata ibu guru, semua guru udah DIINGATKAN oleh BAPAK KEPSEK untuk istilah jawanya "niteni" aku telat apa enggak!! ASTAGA!!! SEGITUNYAAAAA T___T
Akhirnya aku ke ruang guru.. disana bapak kepsek telah menungguku..
Aku diomelin berbagai macam, kamu itu blablabla (udah lupa), tapi yang aku inget adalah "..kamu itu pinter, tapi pinternya kok dibuat licik..."
WHAT?! Did I heard you said "wicked" ? LICIK, you said!?
Aku ngga terima banget. Banyak anak yang sama-sama suka telat kayak aku. Oke, terlepas dari alamat rumah mereka jauh atau enggak, namanya telat ya telat. Kok ya cuman aku lho yang diamati? Cuma aku lho yang diperlakukan segitunya!?
Hari itu juga aku dipanggil wali kelasku dan diomeli hal yang sama. Grrrr... kalo bukan guru sepatu yang dua minggu belum kucuci udah masuk mulut tuh. Ketelen mungkin O.O"
Katanya, kalo telat lagi MY PARENTS bakal dipanggil. WHAT!? Hanya karena itu? Ya jelas aku bakal dibantai abis sama keluargaku, lah! Akhirnya aku berusaha bangun lebih pagi, padahal aku juga sehari-harinya bangun jam 05.30, jam 06.00, tapi ya waktunya mepet.
Apa? Kamu mau ketawa kenapa aku bisa telat walau bangun jam segitu?
Jawabannya adalah : aku harus cuci piring dan ngepel setiap hari.
Well, itu makan waktu, you know!!!
Sekarang aku kalo berangkat sekolah jam 06.45 atau paling POL 06.55. Itu sampe sekolah jam 07.00, sampe di kelas 07.05. Kalo buru-buru, nggak macet dan pake jalan pintas, sampe kelas jam 07.03.
Yah, itu hari-hari tertentu saja dengan memperhatikan guru jam pertama. Khusus hari-hari dimana gurunya tepat waktu, aku berangkat dengan secepat mungkin, sekilat mungkin. Habis, aku berangkat sekolah naik sepeda :)
tanpa motor lhooo ~

Budaya Mencontek

Ada sederet nama di daftar hasil UTS yang bakal aku kasih bintang warna merah (*). Kenapa? biar aku nggak mencak-mencak saat tau nilai mereka lebih tinggi dariku. Maklum, aku orangnya gak mau kalah. Aku pengen selalu di atas karena aku yakin aku mampu. Tapi aku cukup bisa menilai diri, kok. Sombong ya? Wkwkwk
Kenapa? *nanya lagi*
Soalnya mereka melakukan usaha tidak baik bernama mencontek maupun bertanya pada teman. Hasilnya? Kebanyakan dari mereka yang nilainya bagus dan ranking atas nyontek semua. Percaya atau nggak, aku tahu mana yang nyontek dan mana yang enggak. Mana yang curang dan mana yang jujur. Serius ^^v
Mungkin memang kesannya sok alim banget ya, tapi hal itu dibutuhkan banget. Kalo kita terus-terusan mencontek, PAASTTIIII kebawa sampe tua nanti! PASTI! Hal itu bahkan bisa menjadi kepribadian kita. Mencontek bahkan sudah jadi salah satu budaya Indonesia. Hmm, hebat kan Indonesia? Makanya pemerintah diem aja waktu budaya-budaya Indonesia yang lain diembat Singapura, Malaysia dkk. Kan buat kita bikin budaya itu gampaaang. Perkara mudah. Semudah ngupil. Semudah membalik telapak tangan. Ups, jadi melenceng dari topik :)
Kakak kelasku justru lebih parah. Mereka nggak tanggung-tanggung FOTOKOPI LKS DIPERKECIL MASSAL, terang-terangan!! Yang udah ketauan juga enggak kapok, haduuuhh, justru aku yang mikir gimana caranya biar mereka enggak gitu.
Astaga. Aku jadi ciut dan merasa beban generasi muda begitu berat. Yes, kaum tua bilang masa depan di tangan generasi muda. Tapi kalo generasi mudanya lebih bobrok kayak gini gimana!? Aku berani sumpah generasi muda sekarang cerdas dan SANGAT PINTAR, suer kesamber geledek. Aku nggak nyindir, sumpah. Generasi muda sekarang pinter-pinter. Tapi ya kenapa pinternya dipakai buat licik, buat menyembunyikan kesalahan, buat  bikin alasan untuk berbohong, buat mencari cara baru untuk mencontek. Sayang banget kan.
Aku nggak tahu harus apa supaya temen-temen semua bisa tobat dari budaya nyontek itu. Setidaknya aku mulai memberi contoh, dapat ranking tanpa mencontek. Bukannya sombong, tapi di kelas gak ada yang gak tau kalo aku gak pernah mau ngasih jawaban. PR aja sering ogah. Maksudku buat PR-PR tertentu yang udah dikasihnya lama tapi baru dikerjain pagi-pagi di sekolah sebelum pelajaran dimulai.
Teman, kalo dapet nilai bagus tanpa nyontek itu bangganya setengah mati, lho. Itu kemampuanmu. Bahkan mungkin bukan yang sebenarnya karena kamu nggak belajar sungguh-sungguh.

Sunday, October 2, 2011

Convert File Office 2007 to 2003

Aye, temen2 pasti sebel kan kalau misalnya kita datang ke warnet dengan niat khusus yakni mengerjakan tugas (niat gak khusus biasanya niat FB, niat ngetweet, dsb) dengan jenis file kita dari microsoft 2007 (misalnya .docx, .pptx, .xlsx dsb) taaaapiiiiii warnetnya nggak up to date alias ndeso katrok (maaf) dengan microsoft office yang masih 2003 atau bahkan 2000!
Saya pernah mengalami hal menyedihkan semacam itu!
Suatu hari, di kala monitor saya telah tiada (uhhuhuhu), CPU dibawa papa, netbook tak punya, maka saya terpaksa ke warnet untuk mengerjakan tugas presentasi ekonomi pake powerpoint. Saya berharap warnet tercinta sudah pake 2007 semua, eeeehhh padahal saya udah sengaja pilih komputer dengan layar datar, CPU keren dan macem2, tapi ternyata microsoft 2003, seddiiiihhh Q__Q
Saya sadar kalau saya lagi di warnet dan icon mozilla firefox seakan memanggil saya dan mengetikkan "google.com". Sungguh saya terbantu akan adanya mbah google. Thanks Google!!
Saya cari-cari, dan dalam waktu singkat dapat!
Ada yang berupa converter online dan converter offline yang bisa didownload dan diinstall di komputer. Saya lebih suka yang online karena lebih praktis dan cepat. Tajam, terpercaya *apaan sih*
Langsung aja, saya menemukan website-website baik hati yang menyediakan converter online :

  1.  docx-converter.com. Saya pikir khusus untuk .docx saja (microsoft word), tapi yang lain ternyata juga bisa. Cukup isikan alamat e-mail dan browse file yang akan di convert, lalu jenis outputnya dan convert! Cek saja di e-mail yang tadi. Bila Tuhan berkenan pasti ada :)
  1. www.convertfiles.com
  2. . Desain interfacenya menarik dan lebih mudah dipahami (menurut saya). Sepertinya disini bisa langsung di download (nggak perlu lewat e-mail) tapi bisa juga lewat email. Kalau mau lewat email bisa centang di box "send a download link to my email (optional)" itu.
  1. www.zamzar.com
  2. . Nah, saya pake yang ini. Awalnya agak bingung. Prosedurnya hampir sama seperti nomer satu, pake email. Step 1, browse file yang akan dikonversi. Jangan kaget kalo misalnya setelah diklik open nggak ada tulisan judul filenya, karena memang gitu. Terus Step 2, format outputnya. Step 3, isikan email address, dan step 4 convert. Nanti akan ada semacam notification kalau filemu sudah selesai dikonversi. Buka email dan nantinya akan ada email dari Zamzar.com. Untuk download file yang sudah kamu konversi, klik link yang ada di bawah "Alternatively click on the following link to download a copy of your converted file:" dan nanti akan didownload ke komputermu. Zamzar cuma bisa konversi file yang dibawah 100MB, tapi saya rasa file yang akan teman2 konversi gak sampe sebesar itu ya ==a

 Kalau merasa nggak yakin dengan website2 diatas bisa cari sendiri di mbah google, lho!!
Lalu tips dari saya, kalau mau convert dengan yang menggunakan email, lebih baik buka alamat emailnya dulu.
Sekiaaan info dari sayaa, semoga membantu seperti postingan2 dari blog lain yang membantu saya :)
Sumber : lupa. Pokoknya ada!

Wednesday, March 30, 2011

Nyontek? Usaha apa Dosa?

Well ini hari ketigaku UAS khusus kelas 9..
Mapelnya Bahasa Inggris sama Bahasa Mandarin. Well memang sekolahku sekolah swasta yang kebanyakan (nyaris 3/4) isinya chinese semua (aku gak termasuk dong), tapi hampir nggak ada yang bisa bahasa Mandarin. Waktu persiapan tes (jam istirahat), aku belajar. Sungguh-sungguh. Bukannya nyombong tapi sejak kelas 9 awal aku gak pernah nyontek. Aku cuma pernah nyontek (SMP) di kelas 8, itu masa-masa nakalku. Dan aku berani sumpah aku gak akan nyontek selamanya.
Tapi temen-temenku berkata beda. Mereka gak ada yang belajar. Mereka malah jajan, makan ya memang aku gak bisa nyalahin mereka untuk jajan, tapi kenapa enggak dipakai belajar aja, daripada bikin CONTEKAN?!
Aku benci banget sama orang curang. Sungguh. Aku benci. Mereka seperti enggak menghargai yang berusaha keras. Terimakah kamu kalo kamu udah belajar keras banget dan nilaimu 8, sedangkan mereka yang berusaha membuat contekan dapet 9 bahkan 10? Pasti nggak kan?!
Dulu sejak kelas 7 sampe kelas 8 tengah aku selalu masuk 10 besar paralel. Tapi sejak kelas 9 nilaiku merosot. Well, aku pikir memang cara belajarku salah, tapi ternyata enggak. Ranking satunya hobi nyontek.
Dari 10 besar yang baru itu cuma ada 4 orang yang aku yakin mereka jujur 100%, salah satunya sahabatku. Lalu yang lain? Aku enggak bisa bilang aku percaya mereka nggak nyontek.
Setiap pelajaran hafalan, mereka udah kesepakatan dulu. Nyebelin gak sih?! Waktu aku protes dan mengadukan mereka, mereka jauhin aku. Watever, gak masalah. Semua itu demi mereka juga. Kalau mereka terpaku sama contekan, mereka susah sendiri besok.
Waktu aku bilang curang, mereka bilang nyontek itu usaha. Usaha?! Well, aku nggak bisa mendebat. Aku gak pandai berkata-kata dan mengatur kalimat. Biarlah Tuhan yang membalas, pikirku dalam hati setiap mereka menyontek. Tapi ya mau gimana, dongkol juga rasanya.
Waktu dicocokin jawaban mandarin itu sama temenku yang jago (dan pasti 100), aku salah 7. Si tukang contek pro salah 5. Aku tanya apa dia nyontek dan dia dengan bangga bilang iya.
Justru aku yang bangga. Yang tersirat di pikiranku adalah,"Wah, aku menang karena aku jujur."