Saturday, March 22, 2014

Read&Review : Young Samurai #1 - The Way of The Warrior



Walaupun sudah banyak yang meresensi buku ini, saya pingin aja mencoba mendeskripsikannya sebagai seorang pembaca ~
Yah, sudah cukup. Keluh kesahnya sampai di sini aja -_- mari kita mulai untuk me-review buku ini ~
Shock berat! Ketika saya telah menyelesaikan buku nomer satunya, ternyata seri asli sudah berlanjut sampai buku no 8 (tamat kayaknya) :v (googling)
Mampus deh, dari mana dapetnya tuh buku, di Indonesia udah sampai nomer berapa ya? Setahu saya, tiga tahun yang lalu udah ada nomer tiganya :v
Di perpustakaan kota baru buku satuu T__T *tidak modal*




Chris Bradford
Young Samurai ditulis oleh seorang ahli macam-macam beladiri, Chris Bradford. Saya juga membaca di bagian keterangan pengarang, kalau Chris Bradford itu juga seorang musisi terkenal yang pernah pentas di depan Ratu Elizabeth II :v
Multitalent banget ya. Menurut Wikipedia, Chris Bradford belajar judo mulai usia 8 tahun dan kini menguasai Karate, Muay Thai, Kickboxing, Aikido, Taijutsu (jurus ninja gitu deh, dari master aslinya), Iaido (kayaknya semacam seni pedang gitu) dan Wado Ryu Karate. Gilaak bos, jangan main-main sama orang ini deh, bisa mampus :v
Dalam sekilas wawancara, Chris sendiri bilang kalau kisah Young Samurai buku pertama ini ditulisnya dalam waktu yang sangat singkat--hanya dua bulan!
Seri pertama Young Samurai - Way of The Warrior diterbitkan tahun 2008, sedangkan di Indonesianya sendiri saya kurang tahu ~

THE STORY GOES...
Diawali dengan terbunuhnya Masamoto Tenno, putra samurai terkenal di Jepang pada masa itu oleh ninja bermata satu dengan warna hijau--Dokugan Ryu, novel ini pada akhirnya bercerita tentang seorang anak cowok (ihirr brondong :v) bernama Jack Fletcher, keturunan Inggris. Ayah Jack seorang nakhoda handal dan bersama Jack serta awak kapal lainnya, mereka mengarungi samudra berusaha mencari Kepulauan Jepang. Jack adalah seorang pemanjat tiang kapal yang terbaik di antara awak lainnya.

Dalam perjalanan, kapal mereka, Alexandria, diterjang badai. Banyak orang tenggelam dan Jack berusaha menyelamatkan kapal dengan membentangkan paksa layar tiang utama (manjat dulu tentunya :v)

Setelah melewati malam panjang, Alexandria terdampar di sebuah pulau yang ternyata Jepang itu sendiri. Dalam masa perbaikan kapal, mereka diserang ninja Jepang yang mengincar rutter, semacam peta dan keterangan-keterangannya yang amat berharga milik ayah Jack. Semua awak terbunuh, termasuk ayah Jack. Tinggal Jack seorang diri terdampar sebagai orang asing di daratan yang tidak dikenalnya. Yang ia tahu, pembunuh ayahnya bermata satu berwarna hijau.

Jack ditolong oleh ayah Masamoto Tenno, yaitu Masamoto Takeshi, samurai handal yang punya bekas luka bakar seperti meleleh di wajahnya. Masamoto Takeshi memutuskan untuk mengadopsi Jack karena merasa kesamaan nasib. Dibantu keponakan sang samurai, Akiko Date yang cantik dan tangguh, Jack berusaha bertahan hidup di Jepang. Akiko banyak membantu Jack dan menjadi teman pertama Jack di Jepang.

Jack ikut masuk ke sekolah samurai Niten Ichi Ryu bersama Akiko dan Yamato, putra kedua Masamoto Takeshi yang menyimpan iri hati pada Jack. Jack memelajari banyak hal tentang menjadi samurai : kyujutsu, taijutsu, kenjutsu, dan Zen serta tentang orang Jepang itu sendiri. Sebagai gaijin, orang asing dalam artian negatif, Jack mengalami banyak penghinaan yang mengharuskannya untuk membuktikan diri bahwa ia pantas dihormati.

Permusuhan, pengkhianatan, persahabatan dan tujuan hidup Jack semua diceritakan dengan indah dan alur yang mengalir. Di akhir novel, Jack memutuskan untuk menekuni bushido--jalan samurai. Tentu saja perjalanannya untuk jadi seorang samurai sejati diceritakan di seri-seri berikutnya T_T

KELEBIHAN UNIK!
Ceritanya mudah dipahami dan enak dibaca. Tidak berbelit-belit dan aksi-aksi beladirinya diceritakan dengan detail. Keren banget! Cocok untuk dibaca anak-anak terutama remaja yang mengharapkan cerita penuh aksi dan petualangan. Bukan berarti orang dewasa nggak boleh baca, novel ini bisa jadi hiburan segar buat kepala yang penat karena masalah hidup wkwkwk ^^

Di dalam novel ini juga terdapat beberapa gambar yang dimaksudkan untuk memudahkan pembaca memahami ceritanya. Gambarnya keren lho!

Ups! Tambahan : di buku ini terdapat banyak istilah dalam bahasa Jepang beserta arti dan petunjuk penggunaannya. Jadi, kita bisa sekalian sedikit belajar bahasa Jepang! :D

SERI LAINNYA
Seperti yang sudah saya katakan di atas, buku ini sudah berlanjut sampai seri kedelapan. Berikut ini judul-judulnya ~
  1. Young Samurai - The Way of The Warrior (2008)
  2. Young Samurai - The Way of The Sword (2009)
  3. Young Samurai - The Way of The Dragon (2010)
  4. Young Samurai - Ring of The Earth (2010)
  5. Young Samurai - Ring of The Water (2011)
  6. Young Samurai - Ring of The Fire (2011)
  7. Young Samurai - Ring of The Wind (2012)
  8. Young Samurai - Ring of The Sky (2012)
Ha ha ha ha pingin nangiiis -____- ini udah taun 2014 dan saya baru baca nomer satunya, ahaha gak lucuu. Adakah yang sudah membaca semuanya? Di Indonesia udah ada semuanya belum ya?

Happy reading ~

Monday, March 17, 2014

Read&Review : The Kite Runner (Khaled Hosseini)


Baru beberapa hari sejak saya selesai baca novel The Kite Runner karya Khaled Hosseini. Enggak modal, saya pinjam dari Perpustakaan Daerah (Perda atau akrab disebut PU--Perpustakaan Umum) Salatiga yang sekarang keren banget itu :D

Setelah meminjam selama sekitar satu minggu dan menyelesaikannya, saya sadar kalo itu pertama kalinya saya nangis karena baca novel -_-
Novel yang udah saya baca enggak sedikit, tapi nggak banyak juga. Nangis karena baca komik, beberapa kali. Nangis karena nonton film, ya pernah lah. Tapi nangis karena baca novel, serius novel ini yang pertama, huhuhu.
Saya rasa sayang kalo novel ini nggak saya publikasikan secara tidak langsung lewat blog,berhubung ceritanya bagus banget.

SAYA MEMBACA...
Sudah cukup lama sejak saya tertarik untuk pinjam dan baca novel itu di perpustakaan. Hanya aja sering kalah niat dengan novel-novel lain, lagipula novel di perpustakaan 'kan gak bakal ke mana-mana, jadi saya kesampingkan terus sampai akhirnya kebaca juga. Ringkasan cerita di sampul belakangnya lumayan dan dari cover, saya bisa langsung tahu kalau ceritanya berkisar tentang persahabatan. Ternyata tema yang diambil lebih luas dan rumit. Di lembaran-lembaran awal cukup bikin malas karena alurnya masih datar-datar saja, tapi lembar demi lembar saya mulai semangat untuk menyelesaikan ceritanya. Ada juga bagian-bagian yang saya sayangkan karena tidak diceritakan lebih detail dan rasanya langsung di-skip saja. Sekitar 2-3 kejadian dalam novel yang bikin saya nangis sedih, bahkan saya hampir nangis di perpustakaan. Bayangin aja nangis di perpustakaan, rame dan saya duduk di depan meja pelayanan peminjaman -_-
Saya cukup ekspresif saat membaca/menonton sesuatu, dan kadang saya nggak sadar kalo muka saya banyak aksi. Begitu sadar mata udah terasa hangat-hangat gimana gitu, mulai menyipit kayak menahan sesuatu dan rasanya alis saya berkerut, saya bergegas pulang dan berencana mengurung diri di kamar biar bisa nangis lebih bebas -_-
Ada juga bagian-bagian yang bikin saya berhenti membaca, tarik napas atau sekadar menenangkan pikiran supaya nggak marah atau teriak, baru meneruskan membacanya. Lebay memang, tapi memang itulah yang terjadi -_____-
Pada akhirnya, ending yang keren dan dibiarkan menggantung supaya pembaca bebas mengartikan itu bener-bener menyentuh. Bukan seperti novel-novel yang bikin gregetan dengan ending tanggung, ending dari The Kite Runner ini jenis ending yang bikin puas. Puas karena udah baca novelnya. Serius, coba aja deh :3
Saat cari-cari info di internet sambil mengetik posting ini, saya akhirnya tahu kalo novel ini sudah jadi film. Belum pernah nonton filmnya sih, tapi kayaknya versi novel lebih memuaskan, huehe.

IDENTITAS NOVEL
Novel ini adalah karya perdana dari seorang dokter kewarganegaraan Afghanistan bernama Khaled Hosseini. Ada juga yang menulis namanya sebagai Khaleed Khosaini, tapi saya nurut saja dengan apa yang tertera di sampul novel. Novel ini karya perdana dalam artian versi Bahasa Inggris. Menurut riwayat pengarang di dalam novel, mungkin Khaled Hosseini, sejauh ini, adalah satu-satunya pengarang Afghanistan yang menulis dalam Bahasa Inggris dan langsung menggebrak dunia. Hanya dalam waktu empat tahun sejak diterbitkan tahun 2003, pada tahun 2007 novel ini dijadikan film dengan judul yang sama.
Novel ini menuai banyak pujian dan resensi dari banyak pihak seperti yang saya baca di lembar-lembar awal, di antaranya dari Kompas dan Republika. Pujiannya bisa 3-4 lembar sendiri kayaknya, padahal ukuran hurufnya udah cukup kecil -_-
Setelah baca novelnya sampai habis, saya jadi paham kalo pujian-pujian itu enggak berlebihan ^^

Di Indonesia novel ini diterbitkan oleh Penerbit Mizan,satu-satunya sampai hari ini setahu saya.

SINOPSIS
The Kite Runner bercerita tentang Amir, seorang anak laki-laki dari distrik Wazir Akbar Khan di Kabul, dan sahabatnya Hassan, putra seorang pelayan hazara di rumahnya. Cerita berkisar seputar kekisruhan situasi pemerintahan di Afghanistan pasca jatuhnya monarki Afghanistan dalam invasi Soviet, eksodus pengungsi ke Pakistan dan Amerika Serikat, serta munculnya rezim Taliban.
-Wikipedia

Yah, itu menurut Wikipedia, ya. Simpel banget, hebat bisa meringkasnya begitu rupa.
Bagi saya pribadi novel ini tidak berkisar seputar kerusuhan di Afghanistan, hanya melatarbelakangi saja.

Amir, anak laki-laki tunggal dalam sebuah keluarga kaya-raya dan terpandang di Kabul. Baba--ayah (bhs. Afghanistan) nya adalah pria kuat dalam segala arti yang bisa ditangkap, cowok banget gitu deh. Gentleman, dan Amir sangat memujanya, amat mengharapkan kasih sayang dari ayahnya yang cuek. Ibunya meninggal setelah melahirkan dia.
Amir memiliki dua orang pelayan--ayah dan anak bernama Ali dan Hassan. Hassan satu tahun lebih muda dan sampai usia dua belas, Amir dan Hassan dibesarkan bersama-sama. Hassan adalah pelayan, dan lebih dari itu, bisa dibilang satu-satunya sahabat Amir yang paling setia. Sebaliknya, Amir, walau selalu bermain dengan Hassan, tidak pernah menganggap Hassan manusia yang setara dan sering mempermainkannya.
Sudah menjadi adat kebiasaan Afghanistan tentang strata kemanusiaan. Hassan dan Ali berasal dari suku Hazara yang dianggap sebagai kasta pelayan, rendah dan bahkan dianggap menjijikkan. Kaum Hazara juga penganut Islam Syi'ah, yang dianggap hina oleh kaum Pashtun penganut Islam Sunni seperti Amir dan ayahnya.

Afghanistan saat itu memiliki adat turnamen layang-layang yang dianggap bergengsi. Suatu kebanggaan tersendiri bagi setiap anak untuk berpartisipasi, dan para orangtua mengganggapnya sebagai restasi yang patut dibanggakan. Hassan dan Amir ikut serta. Amir adalah salah satu dari pemain layang-layang terbaik, dan Hassan adalah pengejar layang-layang terbaik. Siapa sangka kalau turnamen itu akan mengakhiri persahabatan mereka.

Kebahagiaan semu bagi Amir terasa memuakkan dan ia tidak dapat menikmatinya. Menginjak usia remaja, ia dan ayahnya menyelundup dari Kabul ke Amerika karena kedatangan Rusia ke Afghanistan. Hidup di Amerika pun tak mudah, namun ia menemukan cinta sejatinya di sana, satu kebahagiaan nyata yang ia rasa tak pantas untuk ia dapatkan. Karier dan pekerjaan juga kehidupan rumah tangganya berjalan dengan baik, tapi Amir tak bisa lari selamanya. Kematian ayahnya menguak rahasia besar yang membawanya mengambil sebuah keputusan besar : menghadapi dosa lama dan menjalani hidup baru dengan penebusan dosa.

ANALISA
Saya lagi bingung nih, mau bikin ringkasan cerita atau sinopsisnya aja. Habis kalo diringkas, saya nggak tahu bagaimana meringkasnya supaya enak dibaca dan nggak bikin sebel karena ngasih tau ceritanya dengan detil.
Oke, mulai dari mana? Dari pengambilan tema aja ya.

Tema yang dijadikan dasar cerita novel ini ada banyak. Cinta dalam keluarga; kesetiaan; kejujuran; moral dan kemanusiaan; status dan harga diri; mungkin itu tema-tema yang utama. Saya nggak habis pikir, hebat banget ya manusia, bisa begitu kompleks.

Bahasa
Diceritakan dengan diksi/pilihan kata yang bisa dibilang jujur (karena sudut penceritaannya oleh anak-anak) dan 'ketajaman' yang tersirat, novel ini banyak menunjukkan pergolakan batin seorang laki-laki yang masa kecilnya bergelimang harta. Ada juga istilah-istilah dalam bahasa Afghanistan yang dituliskan sambil lalu dengan pintar dan nggak bikin bingung, sehingga secara nggak langsung kita sudah belajar sedikit bahasa Afghanistan. Istilah dalam bahasa Afghan itu juga rasanya lebih dalam dibanding kata Indonesianya terkait isi cerita dan dialog.

Alur
Berawal dari sebuah telepon bagi Amir dewasa, Rahim Khan, sahabat ayah sekaligus sahabatnya sendiri mengajaknya untuk kembali menghadapi masa lalu. Cerita kemudian mundur, menceritakan masa kecil Amir sampai ke tragedi layang-layang yang mengubah hidupnya dan akhirnya alur terus maju, diselingi beberapa kali flashback sepanjang cerita. Jalan ceritanya unpredictable, nggak bisa ditebak dan bener-bener seru untuk diikuti.

Konflik
Konflik ya? Bisa dibilang seisi novel ini adalah konflik. Amir dengan ayahnya baik saat Amir masih kecil, remaja dan dewasa;Amir dengan dirinya sendiri;Amir dengan Hassan;Amir dengan orang-orang yang ditemuinya;Amir dengan Sohrab, jalan penebusan dosanya.. gak ada habisnya ya Amir? -_-

Penokohan
Tokoh utama tentu saja Amir. Saya cukup bingung menentukan antagonisnya karena Amir sendiri juga punya peran antagonis, tapi Assef (teman sekolah Amir) adalah salah satu peran antagonis. Ada Hassan, Ali (ayah Hassan), Baba (ayah Amir, nama aslinya saya lupa), Rahim Khan (sahabat Amir dan ayahnya), istri Amir (lupa namanya, sori -_-), dan Sohrab (anak Hassan). Banyak tokoh pembantu lain yang nggak sanggup saya sebutkan di sini.
Penggambaran watak masing-masing tokoh dilakukan dengan amat baik secara deskriptif oleh Amir yang berlaku sebagai narator (sudut pandang orang pertama pelaku utama) maupun antardialog.

KESIMPULAN (?)
Novel ini banyak menguak sisi gelap anak manusia dari pemikiran-pemikiran maupun tindakannya, sehingga pesan moral dan pelajaran yang bisa diambil juga banyak dan tidak terkatakan. Serius, gimana bilangnya ya, tau tapi susah dibilang pakai kata-kata.
  • Kita nggak bisa lari dari masa lalu, satu-satunya cara adalah menghadapinya. Untuk menghadapi pun, kita nggak bisa pilih-pilih waktu. Kadang waktu untuk penebusan dosa itu datang tiba-tiba dan kita harus memaksakan diri untuk bersiap sesegera mungkin.
  • Ambil keputusan yang tidak akan membuat kita kecewa dan menyesal di kemudian hari. Yah, kadang penyesalan itu memang nggak bisa dihindari, tapi kalau menyikapinya dengan positif semua pasti ada jalannya.
  • Perlahan tapi pasti, kesabaran membuahkan hasil. Jangan kecewa dengan perubahan kecil, semua kesuksesan dan hasil yang besar berawal dari hal-hal sederhana.
  • Cinta kasih dan kesetiaan itu kebutuhan semua orang, tapi juga kewajiban. Kedua hal itu seharusnya terjadi tanpa paksaan. Tulus dan berlangsung begitu saja.
  • Status, harga diri, kehormatan semua hanya terlihat dari luar. Nggak dibawa masuk liang kubur. Walau terlihat begitu menggiurkan, pada akhirnya semua itu semu. Menjaga hal-hal seperti itu sia-sia saja, karena begitu satu kesalahan/keburukan terjadi, semua kebaikan terlupakan. Hidup hanya sebentar, harus diisi dengan hal-hal yang bermakna baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari kesederhanaan cara hidup yang penuh kasih (ini bukan omongan manis doang ya).
  • Miliki sebuah prinsip hidup, motto atau apapun itu dalam diri masing-masing. Hal itu amat diperlukan, amat menentukan masa depan dan akhirnya nanti. Prinsip itu juga harus dipikirkan masak-masak, melalui banyak pertimbangan, dan pastikan tidak pernah melanggarnya. Prinsip itu akan membentuk karakter.
Duh, susah ah. Kalo mencoba menjabarkan nilai-nilai dalam novel ini jadinya malah abstrak semua. Pokoknya, novel ini sangat menggugah, inspiratif dan mengharukan. Rasanya jadi tergerak untuk melakukan sesuatu, mengubah sesuatu yang penting. Coba nikmati novel ini, karena amanat-amanatnya cuma bisa dirasain pakai hati :D
Happy reading!!