Tuesday, May 27, 2014

Read&Review - Gadis Bunga Kamelia (Alexandre Dumas, Jr)


Review kali ini tentang kisah roman klasik yang sudah diangkat ke layar lebar 20 kali dan bahkan diubah ke versi drama operanya. Gadis Bunga Kamelia, atau bahasa kerennya La Dame aux Camelias karya Alexandre Dumas, Jr., ini kisahnya cukup tragis. Jalan ceritanya juga beda banget dengan novel-novel roman biasanya *emang biasanya gimana?*

Ini nih novelnya :3
SAYA MEMBACA...
Saya sudah pernah meminjam buku ini tentu saja di Perpusda tercinta, tapi nggak selesai. Entah kenapa sama sekali nggak ada semangat untuk melanjutkan. Akhirnya tanggal 23 kemarin saya meminjamnya dan kali ini bener-bener pengen nuntasin novel ini sampai halaman paling akhir :v
Prolognya cantik, dan karena di awal cerita, sang tokoh utama Marguerite Gautier ini diceritakan sudah meninggal, saya jadi bingung apa jadinya novel ini, apa flashback semua ya? -_- Dan ternyata iya :3
Diangkat menjadi film layar lebar berkali-kali dalam berbagai judul, jadi drama opera/teater, bahkan jadi koreografi balet.
Novel ini bukan salah satu novel favorit saya, tapi menurut saya pantas untuk mendapat perhatian khusus karena gaya bahasanya yang, wow, entah harus dengan kata apa saya menggambarkannya *miskin kata-kata* dan alur kisahnya yang beda banget >_<
Jadi, mumpung ceritanya masih segar dalam ingatan, saya tuangkan dalam review kali ini :D


THE STORY GOES ~
Dari total 27 bab, 3 bab awal menceritakan peristiwa yang dialami tokoh 'aku', yaitu Monsieur Alexandre Dumas, Jr. sendiri. Dumas, Jr. menceritakan pengalamannya mengunjungi sebuah apartemen Rue d' Antin no. 9 yang sangat indah dan mewah, menandakan kejayaan seorang wanita dalam kecantikan dan kemasyhurannya. Wanita ini telah meninggal dunia, dan para penagih utang berniat melelang segala macam benda yang masih layak beli yang ia miliki. Menurut Dumas, Jr., wanita ini cukup beruntung meninggal dalam usia muda, dalam kecantikan dan kekayaannya, dalam popularitasnya sebagai wanita simpanan peringkat atas.

Sepertinya dalam setting cerita ini, pria-pria terhormat dan cukup kaya untuk membelanjakan uangnya demi hobi mahal bernama kekasih gelap sudah jadi tren. Tak heran melihat seorang wanita yang amat cantik berganti-ganti pasangan setiap harinya, dan kerjaan mereka pun sama : pesta dansa, teater, dan pesta-pesta lainnya. Marguerite Gautier bukan pengecualian. Malah, ia bisa dibilang salah satu wanita simpanan paling mahal, paling cantik, dan paling populer. Kematiannya telah mengundang perhatian banyak pihak, termasuk Dumas, Jr. yang kemudian tertarik untuk menghadiri pelelangan barang-barangnya.

Dalam pelelangan, Dumas tertarik untuk membeli salah satu barang, yaitu sebuah buku berjudul Manon Lescaut dan ia menawar buku seharga 10-15 franc itu menjadi 100 franc. Alasan mengapa ia begitu tertarik adalah di halaman depan buku itu tertulis sesuatu, yang tentu bukan tulisan asli dari buku. Ketika ia mendapatkan buku tersebut, tulisan yang menarik perhatiannya itu demikian :
Manon kepada Marguerite.
Merendah,
Tertanda Armand Duval.
Jelas buku ini adalah pemberian dari Monsieur Armand Duval. Lalu siapa Tuan Duval ini? Apa hubungannya dengan Marguerite si Gadis Kamelia? Buku inilah yang kemudian mempertemukan Dumas, Jr. dengan Armand Duval.

Armand datang dengan menangis dan segala bentuk kepedihan orang yang ditinggal kekasihnya terangkum dalam gerak-geriknya. Armand berniat memiliki satu saja peninggalan Marguerite, dan berdasarkan info pelelangan, ia mencari Dumas yang membeli buku pemberiannya. Berniat membeli kembali, namun Dumas, Jr. memberikannya cuma-cuma bahkan berniat membantu permasalahan yang dihadapi Armand. Armand berjanji akan menghubunginya. Namun ia tak kunjung datang, dan Dumas sudah penasaran. Akhirnya dengan caranya sendiri Dumas mencari informasi tentang Armand dan Marguerite, sampai ke pusara Marguerite yang dipenuhi bunga kamelia.

Juru makam menjelaskan bahwa Armand sering datang mengunjungi makam tersebut, memintanya menghias makam itu dengan bunga-bunga kamelia, dan bahkan telah memroses permintaan untuk memindahkan kubur Marguerite. Dumas, Jr. kemudian bertemu kembali dengan Armand dan keduanya menjalin pertemanan. Armand pun menceritakan segala kisah cintanya dengan Marguerite Gautier, kala ia berada di tempat tidur karena demam dan kelelahan. Menurut saya, Armand ini cowok cengeng bener :v

Cerita Armand pun dimulai, flashback kehidupan masa lalunya beberapa tahun sebelum Marguerite meninggal. Armand jatuh cinta pada pandangan pertama pada Marguerite, dan bertingkah konyol setelah dipermalukan Marguerite pada perkenalan pertama mereka di sebuah teater. Namun kemudian ketika Marguerite jatuh sakit karena TBC, Armand rajin menanyakan kabarnya secara anonim. Armand berkenalan dengan Madame Prudence Duvernoy, teman dekat dan tetangga Marguerite. Bersama temannya, Gaston, Armand diperkenalkan Madame Duvernoy pada Marguerite. Mereka berpesta, sesuatu yang kemudian tidak disukai Armand. Dalam pesta itu, Marguerite batuk keras dan setitik darah terdapat pada saputangannya. Armand menangis iba, dan hati Marguerite tersentuh. Atas desakan-desakan Armand, Marguerite bersedia menjadi kekasihnya asal Armand menuruti apa yang ia mau. Tentu saja, keperluan hidup Marguerite mencapai ratusan ribu franc setahun, dan Armand yang berpenghasilan hanya delapan ribu franc setahun tidak akan sanggup membiayai. Marguerite harus tetap bergantung pada seorang duke tua kaya raya yang mengganggap Marguerite putrinya sendiri, karena ia mirip putrinya yang sudah meninggal.

Kecemburuan dan pergolakan batin terus melanda Armand. Diceritakan betapa ia mengirim surat sindiran tajam pada Marguerite ketika Marguerite berduaan dengan Comte G., salah satu penggemarnya. Namun akhirnya mereka bersatu kembali, dan memutuskan untuk berlibur ke pedesaan. Selama berbulan-bulan di pedesaan, Armand menyadari perubahan sikap dan kesehatan Marguerite. Mereka jadi saling mencintai, bahkan cinta mereka nyaris ke monopoli dan tidak menyangka bahwa sebelum bertemu kekasih yang sekarang, mereka tidak percaya kalau dulu pernah mencintai orang lain. Marguerite dan Armand membeli sebuah rumah kecil yang nyaman di ujung Paris, namun kabar tersebut didengar oleh duke dan ayah Armand. Kesulitan pun datang silih berganti. Duke mencabut segala pembiayaan dan pembayaran utang yang diberikannya pada Marguerite sehingga Marguerite harus menggadaikan dan menjual semua perhiasannya. Hidup mereka pas-pasan.

Ayah Armand yang bijaksana dan penyayang tidak ingin Armand hidup dengan seorang wanita simpanan dan ingin ia memperhatikan masa depannya. Armand berencana melimpahkan semua warisan almarhumah ibunya demi Marguerite, yang tentu mempermalukan nama keluarga ayahnya. Demi cinta, atau yang bisa dikatakan dibutakan oleh cinta, Armand tidak mau mengalah. Ketika Armand menyangka semua telah berakhir serta menganggap kehidupan tenangnya dengan Marguerite akan tiba, ia salah. Mendadak, Marguerite memutuskan hubungannya. Meninggalkan sebuah surat menyakitkan bahwa ia tidak bisa melupakan kehidupan lamanya yang gemerlap dan mencintai orang lain. Malang bagi Armand, ia pulang kampung dan ayahnya berusaha menghiburnya.

Beberapa bulan kemudian, Armand kembali dan dengan segenap usahanya yang keji ia menyakiti hati Marguerite melalui kekasih barunya, Olympe. Teror, surat kaleng, bahkan Olympe sendiri mengatakan banyak hal yang menyakitkan Marguerite. Marguerite mencapai batas kelemahan fisik maupun batinnya, datang menemui Armand dan memohon supaya Armand berhenti menyakitinya. Armand kembali menyatakan cinta, namun Marguerite menolak. Ia masih cinta, tapi mereka tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Setelah semalam bersama, Marguerite pergi kembali ke apartemennya menemui Monsieur N. Kesal, Armand mengirim surat menyakitkan beserta uang 500 franc sebagai 'tarif' Marguerite. Beberapa hari kemudian surat dan uang itu kembali. Marguerite telah pergi ke Inggris, dan tak ada yang bisa menahan Armand untuk tetap di Paris. Ia pergi ke Timur, dan mendapatkan surat pengakuan dari Marguerite. Pengakuan kebenaran yang ironis dari Marguerite.

Dua bab terakhir adalah buku harian Marguerite menjelang hari-hari kematiannya yang dibaca Dumas, Jr. Penjelasan mengenai pengkhianatannya pada Armand demi kehormatan seorang pria dan kebahagiaan seorang gadis, bagaimana posisinya sebagai wanita milik semua pria yang sanggup membayar dengan pria muda terhormat seperti Armand dan betapa cinta mereka dikutuk, betapa Marguerite kesakitan dan kemudian tak sanggup menulis, digantikan Julie Duprat, kawannya. Marguerite pun menuliskan perasaannya ketika ia lenyap dari semarak Paris dan orang-orang mulai melupakannya. Kenalannya, teman-temannya, tidak ada yang mengunjungi. Ia berharap Armand datang berkunjung, menuliskan bahwa kedatangan Armand akan membuatnya sehat kembali.

22 Februari, Marguerite meninggal. Julie Duprat mengakhiri buku hariannya. Dumas, Jr. selesai membaca. Cerita berakhir, Armand pulang ke rumah ayahnya ditemani Dumas, Jr. Saya mengutip satu paragraf di halaman akhir novel tersebut :
"Aku tak menarik kesimpulan dari cerita ini bahwa semua wanita seperti Marguerite mampu melakukan segala yang telah dia lakukan--jauh dari itu; tetapi aku telah menemukan bahwa salah seorang dari mereka mengalami cinta yang tulus dalam perjalanan hidupnya, bahwa dia menderita demi cinta itu, dan meninggal karenanya."
Seorang wanita simpanan pun layak mengalami cinta sejati.

KESIMPULAN...
Detail perasaan Armand benar-benar mengesankan dalam cerita ini, tapi saya kurang bisa merasakan bagian mana yang membuat Marguerite jatuh cinta. Seolah-olah Marguerite jatuh cinta begitu saja, tidak ada deskripsi dari sudut pandang Marguerite. Hanya dari Armand dan Dumas, Jr. Ada pula nasihat panjang-lebar dari Madame Prudence Duvernoy yang sangat indah tentang cinta. Anyway, maaf kalau banyak spoiler/bocoran dalam review saya yang mungkin mengurangi minat untuk membaca, karena sulit buat saya membuang beberapa detail :v
Reccomended novel :D

QUOTES
Saya jadi suka kebiasaan mengutip kata-kata indah dari novel-novel yang saya baca, jadi saya bagikan di sini :)
Aku tak pernah berani membenci seorang wanita pada pandangan pertama.
Alexandre Dumas, Junior

Bagi wanita yang tak memperoleh pendidikan yang mengajarkannya tentang kebaikan, Tuhan hampir selalu membentangkan dua jalan yang mengarah ke sana (kebaikan). Jalan penderitaan atau jalan cinta. Keduanya merupakan jalan yang sulit.
Alexandre Dumas, Junior

...,"Banyak hal yang akan diampuni dari dirimu karena kau telah mencintai sedemikian sering."
Alexandre Dumas, Junior

Jadilah baik, jadilah muda, dan jadilah benar. Perbuatan buruk hanyalah kesia-siaan
Alexandre Dumas, Junior

Mari kita meraih kebanggaan dalam perbuatan baik dan di atas semuanya, jangan pernah putus asa.
Alexandre Dumas, Junior

Anak-anak itu kecil dan dalam dirinya terangkum diri orang dewasa. Otak itu sempit dan dia memuat seluruh pemikiran. Mata hanyalah sebuah titik kecil dan dia dapat meliput ruang yang sangat besar.
Alexandre Dumas, Junior

"Kau masih mencintaiku?" Marguerite
"Kau masih perlu bertanya?" Armand

 Hidup itu menyenangkan, Kawanku tersayang. Semua itu tergantung warna kaca yang digunakan untuk melihatnya.
Prudence Duvernoy

... di tengah cintaku yang menggelora, aku bertanya-tanya apakah tak sebaiknya aku membunuh Marguerite agar dia tak pernah dimiliki lelaki lain.
Armand Duval

Jangan heran mengetahui rasa senangku dalam berkorban, Armand. Cintamu kepadaku telah membukakan hatiku untuk semangat mulia.
Marguerite Gautier

#LaDameauxCamelias #novel #reviewnovel #GadisBungaKamelia #quotes #quotes dari novel Gadis Bunga Kamelia #review novel Gadis Berbunga Kamelia