Wednesday, May 28, 2014

Kenapa Cewek Suka Yaoi?

PERINGATAN!
Oke, peringatan ini mungkin berlebihan, tapi posting ini akan membahas tentang yaoi (genre komik boys love) dan yuri (genre komik girls love) yang mungkin menjijikkan dan 'nggak banget' bagi beberapa orang. Saya tidak bertanggungjawab atas perubahan cara pikir dan kesan yang mungkin akan Anda alami setelah membaca posting ini, jadi pastikan apakah Anda benar-benar pada level penasaran dan 'kuat' dan 'terbiasa' untuk ikut membahas topik ini, atau hanya sekadar iseng :v Kalau nggak suka topiknya, berhenti baca dan tutup tab browsernya!
WARNING!
Okay, this may be an excessive action but this post may found offensive and disgusting for some people, because it's talking about yaoi (boys love) and yuri (girls love) genres in mangas/comics. I'm not responsible if this post may change your point of views, or disgust you after you read it. Make sure you are in the level of curiosity, 'tough' and 'familiar' to discuss this topic, or just reading it without any serious purpose :v If you don't like the topic, stop reading and close the browser tab!

PERSONAL EXPERIENCE

Oke, saya sudah memperingatkan. Tapi memang topik ini bisa jadi menjijikkan dan, suer, 'nggak banget' buat beberapa orang, dan saya hanya pada level ingin berbagi dan berdiskusi dengan orang-orang yang penasaran seperti saya. Topik ini sudah santer beredar sejak bertahun-tahun lalu di situs-situs diskusi seperti Yahoo! Answers atau blog, bahkan ada pula buku-buku bernada sama yang telah diterbitkan dan tersebar luas. Saya baru merasakan penasarannya beberapa jam yang lalu, ketika saya mendapati diri telanjur suka dengan komik-komik online, terutama yang doujinshi (parodi buatan sendiri/bukan dari pengarang resmi, yang karakternya diambil dari komik terkenal) bergenre boys love. Saya juga jadi penasaran, kenapa saya begitu suka? Rasa deg-degan (serius) yang saya rasakan dalam membaca terasa beda banget saat saya baca komik romantis yang straight (cewek x cowok).

Nggak selalu tentang yang erotis. Sederhananya, ada dua kelas dari genre boys love. Yang pertama adalah yang lembut dan ringan, biasanya tersamar sebagai persahabatan yang "lebih", lebih dikenal dengan shounen ai. Untuk subgenre ini nggak ada bersentuhan kulit secara berlebihan.
Versi yang lebih berat dan mengarah ke erotisme dikenal dengan yaoi. Ya, bisa ditebak lah kalo adegan seksual cowok sama cowok seperti apa. Salah satu dari kedua cowok kasmaran itu akan 'berperan' jadi 'cewek', biasanya yang karakter maskulinitas lebih 'lemah', tapi sejujurnya nggak selalu seperti itu. Ada juga ceritanya hanya berkisar tentang pergolakan batin saja, perasaan, dan yang saya suka adalah kerumitan kisah cintanya lebih kompleks, lebih intens. Romantisme yang saya rasa jarang bahkan beberapa plot hampir tidak mungkin ditemukan di komik roman biasa. Saya lemah sama yang kayak begitu. Aduh jadi curcol.

Awalnya saya bukan fujoshi (penggemar genre boys love, sebutan ini khusus untuk cewek). Saya baca semua genre komik mulai dari shojo, shonen, seinen, kadang keselip hentai juga *waduh* tapi kalau cari-cari gambar wallpaper anime di internet seringkali di mesin pencari tuh kecampur dengan gambar-gambar dari fans (fanart) yang berbau yaoi. Dan yang bikin shock adalah gambarnya keren, cowoknya jadi cakep-cakep, seksi menawan mempesona menggoda gitu deh. Yang namanya cewek kan emang lemah sama cowok ganteng, itu bawaan, ya kan ya kan :D
Terus sedikit demi sedikit *nabung?* saya mulai baca-baca genre ini mulai dari yang ringan sampai yang "berat". Awalnya eneg juga lihat adegan kayak gitu, tapi kemudian saya berusaha anggap biasa ajalah, namanya juga karya orang. Berfantasi itu kan nggak bayar. Sebagai orang serakah, saya baca semua genre manga. Tapi jujur, saya nggak terlalu suka mempublikasikan kesukaan saya akan yaoi. Entah kenapa rasanya malu juga ketika kamu begitu berbeda -_-

BERBAGAI PENDAPAT
Anyway, topiknya hampir melenceng jauh. Sebelum membuat posting ini, saya berusaha mencari artikel-artikel sejenis yang sudah lebih dulu membahas topik ini. Saya baca-baca dari komentar, kesaksian/pengakuan/keterangan *ciaelah* dari penggemar-penggemar genre tersebut. Penggemarnya pun meliputi berbagai jenis, bukan karena kelainan jiwa:
-Cewek, straight (bukan lesbian), dan sukanya cuma genre yaoi. Nggak suka genre yuri.
-Cewek, straight, dan suka dua-duanya, baik genre yuri maupun yaoi.
-Cewek, straight, cuma suka genre yuri.
-Cowok, straight (bahkan punya pacar), tapi suka yaoi.
-Cowok, straight, suka yuri.
-Cowok, straight, suka dua-duanya.
-Cowok, biseksual, suka salah satu atau dua-duanya.
-Cewek, biseksual, suka salah satu atau dua-duanya.
Jadi, rata kan? Kalau cewek lesbian atau cowok gay sudah tentu suka cerita-cerita kayak gitu. Tapi kebanyakan yang ngaku di forum diskusi justru cowok dan cewek normal, yang selera pasangan hidupnya tetep dari lawan jenis. Lantas kenapa mereka suka genre kayak gitu, padahal ada juga yang punya pacar (dan pacarnya marah-marah, bahkan curiga)?

WHAT THEY SAY ABOUT YAOI AND YURI
"Saya pernah nonton sebuah film. Ada cowok dan cewek dalam mobil, kayaknya mereka pacaran. Si cewek tampaknya marah, dan si cowok menangkap tangannya, mendorongnya, dan menciumnya paksa. Cewek itu nangis, tapi nggak berdaya. Si cowok tetap menciumnya, agak kasar. Saya langsung matikan chanel itu. Saya nggak suka lihat cewek jadi korban, walaupun hanya dalam film. Bagi saya, akan lebih menegangkan kalau si cewek itu diganti dengan cowok yang lebih lemah dan lebih cantik dari cowok satunya. Saya benci kenyataan kalau jenis kelamin saya menjadi sebuah pertanggungjawaban. Saya benci dengar berita cewek-cewek diperkosa. Kalau cowok dan cowok, cowok yang lebih lemah akan bisa melawan. Buat saya itu lebih menarik dan menegangkan."
Penerbit Yaoi Press, pria, straight. Saya ringkas dari artikelnya Why Women Like Yaoi.

"Who the hell cares? Siapa peduli? Saya bicara tentang selera. Ada orang yang suka cerita petualangan, kami suka roman. Anggota dan pembaca setia kami setuju bahwa mereka memilih cerita-cerita tersebut bukan hanya karena yaoinya, bukan karena percintaan cowoknya, tapi karena ceritanya. The good story telling. Lalu kenapa cewek suka yaoi? Ya, karena mereka suka. Selesai."
Penerbit, pengarang cerita genre yaoi, Ray The Reign Teams. Saya ringkas dari artikelnya di sini Why Women Like Yaoi [raythereign]

"Alasan pertama, wanita suka berkompetisi. Dalam genre yaoi, tidak perlu ada kompetisi atau mungkin membandingkan diri dengan tokoh utama cewek (karena kita naksir tokoh cowoknya), karena nggak ada tokoh cewek untuk dibandingkan. Alasan kedua adalah idealisme. Dalam genre yaoi, cowok-cowoknya nyaris sempurna. Memang ada beberapa cacat, tapi semuanya *diusahakan pada gambar* terlihat tampan/memesona. Dalam yaoi juga tidak ada perselingkuhan, dan banyak pengakuan cinta. Alasan ketiga, karena dua lebih baik daripada satu saja. Dua orang cowok ganteng lebih baik daripada satu, 'kan?"
Yahoo Contributor Network, Mimi Wex. Saya ringkas dari artikelnya di sini Yahoo! Why Women Like Yaoi.

"Saya menemukan banyak komik genre yaoi yang punya cerita bagus. Saya pribadi suka karena gambarnya (artwork) dan ceritanya bagus, bukan karena adegan seksualnya."
Komentar keasbo_fairy di forum Yahoo! Answers, saya ringkas dari sini Yahoo! Answer

""Serangkaian studi oleh Meredith Chivers dan rekan-rekannya di Pusat Kecanduan dan Kesehatan Mental di Toronto menunjukkan bahwa... perempuan, baik gay dan straight, akan menunjukkan langsung stimulasi genital (yang diukur dengan photoplethysmograph a) dalam menanggapi film-film seksual atau kegiatan, terlepas dari siapa yang terlibat di dalamnya - laki-laki, perempuan, gay, straight. Para pria, bertentangan dengan stereotip masyarakat, cenderung untuk merespon dengan cara yang terbatas, mereka terangsang hanya dengan rekaman yang sesuai dengan orientasi seksual mereka dan kepentingan. Para wanita dalam menanggapi boy x boy ini dapat tergerak dari segi psikologi maupun reaksi fisik."
Gia Manry, diringkas dan dikutip dari sini Why Girls Like Yaoi - Biological Side


"Sebagian besar yaoi dibuat oleh perempuan, dan untuk perempuan. Setidaknya seorang antropolog menyebutkan bahwa yaoi adalah sebuah produk persilangan antara dua budaya tabu yang cukup universal: homoseksualitas dan kebebasan perempuan atas ekspresi seksual. Isi yaoi beragam mulai dari situasi romantis dengan materi dewasa yang sedang hingga subgenre yang mengandung fetishisme, meliputi anthropomorphisme, cosplay, seks tidak konsensual atau “non-con”, monster, inses, shotacon (semacam pedofilia yang suka anak cowok imut yang masih di bawah umur), dan ilustrasi-ilustrasi tabu lain yang beragam mengenai homoseksualitas."
Dikutip dari wikipedia.

Well, Anda mungkin bertanya-tanya kenapa saya banyak comot keterangan dari orang luar negeri (yang kemudian saya terjemahkan ke bahasa Indonesia dengan paksa), alasannya adalah mereka sering lebih jujur dan lebih terbuka daripada kaum kita. Mereka tanpa tedeng aling-aling bercerita dan berbagi dengan bebas apa yang mereka suka dan mereka yang nggak sependapat tidak menghakimi begitu saja, dan perdebatan tidak terhindarkan. Tidak masalah bukan? Mari kita akui masyarakat kita memang punya kebiasaan tersendiri, salah satunya adalah mudah menghakimi.

Sebenarnya masih ada *banyak* lagi komentar-komentar, tanggapan dan keterangan. Ada juga yang terang-terangan bilang kalau dia nggak suka hal semacam itu, dan nggak ada yang marah/menjelek-jelekkan pendapatnya. Tapi saya nggak bisa sertakan semuanya di sini kan :v bisa overlongpost nanti, capek bacanya. Saya hanya ambil beberapa pernyataan yang sudah mewakili pendapat-pendapat yang kurang-lebih sama. Gimana, ada yang sependapat dengan salah satu pendapat di atas?

ABOUT YURI
Girls Love
Tentang genre yuri, saya pribadi nggak begitu suka karena ceritanya kurang 'menantang' / 'menegangkan', hanya manis-manis aja dan itu jujur monoton. Malah kadang cuma kayak persahabatan aja (baca beberapa). Jarang ada komik yuri yang bagus jalan ceritanya (atau mungkin saya yang terlalu bego nggak bisa nemu yang bagus). Saya nggak selera sama genre yuri soalnya, hehe. Kurang-lebih pendapatnya bisa disesuaikan dengan yang di atas ~
Banyak juga kok, cowok yang suka yuri walaupun mereka straight. Dan cewek yang suka yuri juga ada, nggak peduli straight atau memang lesbian.

BACA YAOI/YURI ITU DOSA NGGAK?
Terkait pertanyaan ini, ada sebuah thread luar negeri yang membahasnya. Kebanyakan dari mereka menjawab :
-Bukan dosa, karena menurut saya dosa adalah sesuatu yang mengganggu/menyakiti orang lain.
-Dosa atau tidak, siapa peduli?
-Yah, itu dosa. Tapi siapa peduli?
-Dosa. Jauhilah.
Selengkapnya baca aja di sini Is Reading Yaoi A Sin?

PENDAPAT NETIZEN INDONESIA
Sebelumnya, saya nggak pernah berpikir kalo jadi fujo/fudan itu dosa
Karna para fujo/fudan disini hanya sebatas "menyukai" bukan yg "melakukan"
So intinya, tergantung kitanya aja. Kalo terlalu serius sama agama, mending nggak usah menggeluti dunia animanga. Semua tergantung gimana kita memfiltrasi diri [oleh Ochibi on Yahoo! Answer]

tergantung dari situasi :D yah dosa juga sih... tapi klo Fujoshi dan Fudanshi masih di lingkungan 2D Have Fun saja! [oleh anonim on Yahoo! Answers]

Saya rasa, itu bukanlah sesuatu yg bisa dijawab oleh orang lain... :)
Karena itu tergantung hatimu. Jika hati nuranimu bilang itu benar, maka itu benar. Jika hati nuranimu yg terdalam bilang itu salah, maka itu salah :) Saya pribadi menyukai kebebasan, dan bagi saya tidak ada sesuatu yg bernama 'garis batas' yg membatasi suatu hubungan. Toh, cinta itu universal ^_^ (hehe, jadi sentimental deh..) setiap orang berhak menjalaninya sesuai keinginan mereka masing2. Mau jadi heteroseksual atau homoseksual, itu gak masalah. So, saya sih enjoy aja, karena saya merasa tidak ada yg salah dengan yaoi ataupun yuri. [oleh Noel di Yahoo! Answer]

dosa lah bro...jgn menyimpang jalan hidup yang telah di tetapkan-NYA...orang yang memilih jalan untuk menjadi fujoshi/fudanshi pasti mereka ga bakalan nyaman,tentram dan berkasih sayang ...jika mereka bilang mereka senang dengan apa yang telah dipilihnya maka itu hanya di mulut...tidak hatinya..manusia itu akan merasakan kasih sayang sempurna jika berpasang-pasangan...jdi tinggalkan semua itu...ocreee...forget it..:) [oleh ? di Yahoo! Answer]

Menurut saya?
Jawabannya relatif, bukan. Apakah Anda umat beragama atau tidak? Kalau tidak, jawaban tentu bisa sesukanya, apapun yang Anda rasakan. Umat beragama pun masing-masing agama punya aturan tersendiri. Dalam agama saya, homoseksualitas jelas dilarang. Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora karena homoseksualitas sebagai salah satu penyebabnya. Memang nggak ada catatan larangan spesifik apakah membaca sesuatu yang berkaitan dengan homoseksual sendiri termasuk dosa atau tidak, tapi kalau hati nurani bilang dosa, sehalus apapun kata hati itu terdengar *ciaelah bahasanya*, itu tetap dosa.
Tapi itu kan karya seni? Kalau dosa, berarti banyak kontributor, baik pengarangnya, tukang gambarnya, penerbitnya, scanlatornya, bahkan pembacanya juga berdosa?
Saya baca yaoi, bukan berarti saya mendukung pernikahan gay dan homoseksualitas di dunia nyata.

Saya mohon maaf kalau saya terkesan menghakimi. Saya tidak bermaksud menghakimi atau menentukan sesuatu itu benar atau salah, tapi menurut saya ini (bukan) hal yang baik, karena pada awal-awal baca yaoi, perasaan saya nggak enak kayak ada yang mengganjal. Sekarang sih udah biasa. Atau mungkin rohani saya yang udah tumpul? Nggak tahu juga.

Pada akhirnya, saya tidak berharap artikel ini memengaruhi Anda. Menonton, membaca sebuah karya seni adalah kebebasan individual, tidak ada yang bisa memaksakan. Tapi kalau saya ditanya, Anda sudah tahu jawabannya :)

#Yaoi #Yuri #Fujoshi