Thursday, May 15, 2014

Makna Sebuah Pertemuan :)


http://meetville.com/images/quotes/Quotation-Sherman-Alexie-life-people-Meetville-Quotes-232705.jpgAsik bener judul posting kali ini ya :D Saya mau berbagi pengalaman saya, yang membuat saya sadar betapa kolot, kuper dan piciknya saya selama ini, dan betapa sebuah keputusan sederhana bisa berakibat besar bagi hidup kita.

Awalnya, saya dimintai tolong junior saya di SMA (cieh mentang-mentang udah mau lulus :P) untuk mainin peran jadi preman, kepentingan syuting film acara Paskah. Pertamanya eww males banget, ngapain nampang di video paskah kalo besok belum tentu bisa ikut acaranya. Tapi saya juga pingin melakukan sesuatu untuk mengisi liburan, melakukan sesuatu. Akhirnya saya tanggapi aja,'OK'. Singkat cerita saya berangkat, ketemu banyak orang di lokasi, dan ngobrol-ngobrol sambil nunggu kru film yang lain. Di sebelah saya ada seorang cewek yang saya yakini juga ikut berperan jadi preman, dilihat dari bajunya yang punk banget, tapi tampangnya sih agak alim lah. Saya nggak tertarik untuk berakrab-akrab ria dengan orang yang saya gak kenal, bukan berarti saya tertutup, tapi saya emang gak suka. Apalagi saya juga lagi baca komik, kalo ngobrol kan perhatiannya terpecah #egois :P

Waktu mulai pembagian peran, mau nggak mau saya tutup komik saya dan mulai ngobrol-ngobrol dengan orang-orang di sekitar saya. Eeehh siapa sangka, cewek di sebelah saya itu hobi nonton hardcore! 

Saya nggak mau prasangka-prasangka negatif menguasai pikiran saya sebelum saya ngobrol lebih lanjut dengannya. Saya enjoy aja dengan percakapan kami, dia cewek yang aktif, junior saya, dan sekolah di tempat yang notabene bidang pria. Perbandingan cowok dan cewek di sekolahnya bisa sampai 5:1.
Dia cerita, betapa kerasnya pendidikan di sana. Disiplin, salah sedikit suruh push up, nggak terkecuali siswinya. Saya yang selama ini merasa kuat jadi ciut. Masa' sih, anak semanis ini?

Di umurnya yang masih muda, dia udah sangat disiplin. Bangun subuh, rajin beribadah, aktif di sekolah, pemberani lagi, demi tugas dia nggak segan bertahan di sekolah sampai jam 20.00-21.00 dan pulangnya manjat tembok. Belum lagi dia jalan kaki. Dia punya banyak pengalaman di bidang supranatural karena dia punya berkat kemampuan bawaan lahir, suatu bidang yang saya takuti. Belum lagi di sekelilingnya cowok semua, dia juga suka denger musik metal dan hardcore sampai ke mana-mana, Jogja dan sekitarnya. Tapi dia tetap bertahan dalam prinsipnya, still virgin and pure. Memang kata-kata dan cara bicaranya bahasa slang, tapi tidak mengurangi sopan santunnya kalau memang diharuskan. Dia nggak ngerokok, absolutely no drugs, dan dia beda dengan teman-teman ceweknya yang udah jatuh dalam dosa perzinahan. Dia bahkan cerita tentang kisah asmaranya yang sehat dan pacarnya juga nggak pernah aneh-aneh.

http://spiritualnetworks.com/file/pic/photo/2012/05/8c929c239698b7598de9894b06783364_500.jpgJujur, saya malu. Sejak dini dia udah terlatih mandiri, bahkan dia berniat menghidupi dirinya sendiri, nggak merepotkan orangtuanya. Saya yang selama ini berkoar-koar mandiri dan tegas, tetap saja nggak bisa cari uang sendiri dan masih minta orangtua. Tentu saja saya bisa menjaga diri untuk nggak terlibat pergaulan bebas, karena saya menutup diri. Saya nggak pernah masuk ke dalam pergaulan itu, tentu saja saya aman. Tapi cewek ini sudah biasa dalam pergaulan tersebut dan masih kukuh pada prinsipnya. Saya malu, dan saya salut. Betapa keputusan sederhana yang saya buat untuk berpartisipasi di film ini telah mempertemukan saya dengan seorang teman baru yang saya kagumi. Jadi berkat itu nggak selalu jadi orang sempurna yang bisa melakukan segala hal dengan baik, kan?

Kita nggak akan bisa berubah kalau kita tidak melakukan apa-apa. Nggak akan ada yang berubah. Mau nggak mau, kita harus menghadapi proses untuk menjadi dewasa, walau pada akhirnya itu juga merupakan pilihan. Kita akan bertambah tua, tapi belum tentu tambah dewasa. Ketika usia kita bertambah, hal-hal yang dulu kita anggap sepele akan jadi rumit. Makin banyak pertimbangan. Itulah yang saya sendiri juga nggak suka dengan proses kedewasaan. Kita jadi mempertimbangkan banyak hal yang dulunya nggak pernah kepikiran. Karier, pendidikan, keluarga, bahkan cinta, buat kita yang terbiasa santai jomblo-jomblo happy akan mulai berpikir pentingnya pasangan hidup.

Pertemuan-pertemuan kita nggak bisa dianggap remeh. Siapa pun itu yang kita temui, apa latarbelakangnya, apa pendidikannya, berapa umurnya dan apa jenis kelaminnya, itu nggak penting. Kesan, pengalaman dan kenangan pertemuan itulah yang jauh lebih berharga. Ingatan yang kita simpan sampai akhir usia, yang mungkin bakal terkenang lagi, flashback menjelang ketiadaan. Kalau kita tetap diam, tidak bergeming, tidak melakukan apa-apa, maka kita nggak akan bertemu siapa-siapa. Tidak akan menambah apa-apa, sekedar kenangan atau pengalaman. Ketika pada akhirnya kita memutuskan untuk keluar dan siap untuk bertemu, bersosialisasi dengan siapa saja, sadarlah bahwa hidup ini singkat. Kita hanya bisa mengisinya dengan hal-hal yang bermakna, memiliki arti, yang tidak akan lenyap begitu saja seperti harta dan popularitas :)

Well then, here some of quotations for you :D

http://winterlyrics.files.wordpress.com/2012/11/390304_471897329520567_141972011_n.jpg 
 http://theaveragegirlsguide.com/wp-content/uploads/2014/02/PeopleYouMeet.jpg
http://24.media.tumblr.com/tumblr_lqcktucdQ51qavrxlo1_500.jpg

http://womenonthefence.com/wp-content/uploads/2013/01/Nice-to-meet-you-l.jpg 

No comments:

Post a Comment