Tuesday, June 3, 2014

[Read & Review] - Giant Killing


Okeee!! Setelah me-review Banana Fish, kali ini saya akan membagikan sebuah komik yang akhir-akhir ini bikin saya ketagihan sampai ngulang dua kali! :D
Yep that's right! Giant Killing! Haha! Jangan disamain Jack The Giant Slayer ya, ini bukan film. Ini komik, manga :v
Berbeda dari ekspektasi yang mungkin muncul ketika kita lihat judulnya "Giant Killing", komik ini bukan kisah dongeng atau action yang fantasi banget. Justru komik yang dekat dengan kehidupan nyata.

 
Giant Killing sebuah manga yang ceritanya dibuat oleh Masaya Tsunamoto dan digambar oleh Tsujitomo. Tentang genre, kalau menurut saya pribadi genrenya adalah : sport, piece of life, komedi. Mungkin bakal bertambah seiring saya mendalami membacanya :D
Manga ini mengambil tema sepakbola dalam negeri, yaitu sepakbola Jepang. Yang dibahas adalah liga Jepang dan pertarungan para pemainnya dengan sesama pemain Jepang, bukan yang agak khayal kayak Kapten Tsubasa *buat fans Tsubasa, maaf ya >_<*

Komik ini dapat penghargaan Kodansha Manga Award ke-34 dan sekarang ini di tahun 2014 statusnya masih on-going dengan total 31 volume di negara aslinya. Di Indonesia kayaknya baru 22 (terakhir kali saya cek di bulan Mei kemarin) ~ huhu ~ lamanya ~
Furthermore, selain sudut ceritanya unik, komik ini gaya gambarnya juga nggak mainstream. Dibilang realis juga nggak, tapi shojo-ish juga nggak. Keren deh, apalagi penggambaran ekspresi kaget para tokohnya bikin ngakak. Suka banget sama adegan komedi dan watak-watak tokohnya XD

PLOT
Klub sepabola divisi 1 liga Jepang, ETU (East Tokyo United) sedang dalam keadaan depresi. Kalah berturut-turut sudah jadi kebiasaan. Juru kunci adalah julukan mereka. Pokoknya langganan kalah dan yang jelek-jelek gitu deh. Sebenarnya dulu mereka klub nomor satu dan ngetop banget. Pendukungnya banyak dan baik pemain, manajemen tim dan suporter semuanya saling bersahabat. Sejak ditinggal pergi sang ace, Takeshi Tatsumi--yang menerima tawaran klub luar negeri--ETU jatuh ke divisi dua dan mengalami masa-masa berat yang menyedihkan. Berkat perjuangan Murakoshi, ace ETU yang baru sekaligus kapten, mereka kembali ke divisi satu, tapi tetap dengan rekor buruk.

Akhirnya, Goto, GM sekaligus teman lama Tatsumi pergi ke Inggris bersama Yuri dari bagian humas untuk mencari Tatsumi. Di sana mereka menemukan Tatsumi menjadi manajer sekaligus pelatih tim sepakbola divisi lima Inggris mengikuti kejuaraan amatir dan amat disayang warga kota. Padahal, mereka berniat meminta Tatsumi kembali ke Jepang dan jadi manajer ETU. Akhirnya setelah mengalami perdebatan sulit, Tatsumi kembali ke Jepang dan menjadi manajer baru ETU.

Perjalanan ETU di bawah kepemimpinan Tatsumi tidak langsung lancar. Tatsumi berniat merombak ETU dari dasarnya, menimbulkan kericuhan oleh suporter setia dan pemain-pemainnya sendiri. Namun sedikit demi sedikit mereka menemukan ritme permainan dan mulai menerjang menjadi tim sepakbola yang lebih baik. Mereka mulai berkembang.

Cerita kemudian fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Emosi antarpemain, persaingan suporter lama dengan suporter baru, perkembangan pemain dan perebutan posisi. Bagus banget deh. Entah ending-nya bakal kayak apa nanti :D

CHARACTERS
Takeshi Tatsumi
Tokoh sentral cerita. Manajer sekaligus mantan ace ETU. Nyentrik, aneh, kadang kayak nggak punya gairah hidup atau semangat bertarung, bicara blak-blakan, tapi kalau udah tentang sepakbola, kayaknya dia tahu segalanya deh :D

Shigeyuki Murakoshi
Kapten ETU dan juga teman se-klub dengan Tatsumi dulu. Nomor punggung 6. Sifatnya keras, apalagi terhadap diri sendiri, disiplin, dan pendiam. Tapi sangat nggak suka kalah, dan suka menanggung semua sendirian. Sejak kedatangan Tatsumi sebagai manajer, bebannya berkurang dan ia bisa fokus menikmati sepakbola untuk dirinya sendiri. Posisi midfielder, tapi kayaknya lebih cenderung ke midfielder bertahan.

Daisuke Tsubaki
Penggugup, pengecut, pemalu, tapi kalau mau serius punya daya terobosan luarbiasa. Kelebihannya ada di kecepatan dan kelincahan. Ia disebut-sebut sebagai Tatsumi kedua oleh pencari bakat ETU, Pak Kasano. Tsubaki baru berusia 20 tahun ketika direkrut, dan sejak Tatsumi merombak formasi tim, dia jadi starting member. Posisi sama dengan Murakoshi, midfielder. Ia sering beraksi di saat-saat kritis dengan menantang dirinya sendiri yang pengecut. Menurut saya sih, sifatnya manis, tapi kalau di tengah-tengah remaja cowok kayak gitu disebut herbivora, lembek. Nomor punggung 7, sama dengan Tatsumi dulu.

Luigi Yoshida a.k.a Gino
Playmaker ETU. Posisinya midfielder menyerang. Blasteran Jepang-Italia dan digemari banyak cewek. Penyakitnya yang serius adalah narsis berat dan tidak suka repot. Sejak Tatsumi jadi manajer, Gino jadi banyak main. Dulunya dia malas-malasan walau berbakat dan jadi salah satu pemain penting di ETU. Dijuluki sebagai 'Pangeran' oleh teman-teman klub dan suporter. Nomor punggung 10.

Kazuki Kuroda
Si botak yang blak-blakan dan penuh semangat. Emosional, tapi sifatnya yang terbuka itu sangat membantu buat tim. Ia sering bentrok pendapat dengan Tatsumi, tapi ia melakukan yang terbaik untuk tim, jadi sering kalah pendapat, haha. Posisinya defense, center back. Dulu ia pembela Murakoshi saat Tatsumi mencopot Murakoshi dari posisi kapten, tapi akhirnya ia bisa berakrab ria dengan pemain lain. Nomor punggung 2.

Yusaku Sugie
Akrab dipanggil Sugi. Posisi sama dengan Kuroda, dan juga teman baik Kuroda. Berbeda dengan temannya, Sugi tenang dan pintar. Cenderung banyak berpikir dibanding mengatakan pendapatnya, tapi setiap pendapatnya penting dan tepat. Secara teknik dia di atas Kuroda, tapi sering menghormati mental Kuroda yang positif.

Hiroshi Midorikawa
Biasa dipanggil Dori atau Kak Dori. Kiper ETU yang sangat tenang dan bijaksana. Ia yang paling tua dan veteran di klub, juga mantan kiper timnas Jepang. Bahkan tampangnya pun udah menggambarkan kalau dia orangnya tenang dan terkendali! Dori jarang berpendapat, tapi semua kata-katanya saat diskusi tim sangat penting.

Yuri Nagata
Fans Tatsumi sejak kecil yang sekarang bekerja sebagai humas paling bersemangat di ETU. Ayahnya ketua klub. Sifatnya sangat blak-blakan, sering khawatir dengan tingkah Tatsumi yang tidak mencerminkan manajer teladan, dan sering marah-marah pada Tatsumi. Sebenarnya dialah yang paling menghargai cara melatih Tatsumi.

Ryo Akasaki
Karakter favorit saya nih :P
Posisi midfielder menyerang seperti Gino, tapi ia lebih sering maju jadi kayak forward. Akasaki seumuran dengan Tsubaki, tapi sifatnya keras, blak-blakan dan sok keren. Kesannya sombong, tapi kata-katanya benar. Ia yang sering punya pendapat berbeda dan bentrok dengan Kuroda yang menganggapnya junior kurang ajar. Tapi tekniknya bagus, sampai terpilih jadi anggota timnas olimpiade.

TOKOH LAIN BERDASARKAN POSISI
Midfielder : Hotta, Tanba
Forward : Yotaro Natsuki, Kyohei Sera, Sakai
Wing Back : Kiyokawa, Ishigami, Ishihama (ditransfer ke Kobe)
Goal Keeper : Sano
Pelatih : Matsubara

Dan masih banyak lagi tokoh lain. Banyak banget. Nggak mungkin saya sebutkan semuanya :v

KESIMPULAN
Reccomended manga, apalagi buat yang nggak suka komik dengan jalan cerita biasa aja. Di komik ini, tim ETU nggak selalu menang. Kalau menang pun pasti dengan sangat bersusah payah dan dalam kondisi lawan tidak sempurna. Perjalanan tim ETU dan Tatsumi sangat layak diikuti! :D
dari kiri ke kanan : Tatsumi, Dori, Kuroda, Sugie, Tsubaki, Gino, Tanba, Ishihama, Kiyokawa, Sera, Akasaki, Murakoshi
#reviewkomik #GiantKillingmanga #reviewmanga