Tuesday, April 7, 2015

Tinju Pro : Pembagian Bobot Kelas dan Gelar Juara Dunia


Ada yang pernah baca komik Fight!! Ippo? Kalo versi internasionalnya sih Hajime no Ippo.Top banget lah komiknya, udah tembus 1000 chapter dan 100 volume tapi belum tamat juga.
ada yang bilang Naruto kayak sinetron, tamat di chapter 700. Lah ini apa coba? -_-
Komik ini tentang perjalanan karier seorang petinju bernama Makunouchi Ippo. Informasi tentang pembagian kelas ini pun saya dapat dari halaman paling belakang volume 40 :v

Jadi di dunia ini, ada tinju amatir dan tinju profesional. Kasarannya, tinju yang tidak dibayar dan yang berbayar. Untuk tinju amatir dilengkapi dengan headgear (singkatnya, helm empuk :v) dan sarung tangannya juga khusus ada peredam pukulannya. Tinju pro tidak menggunakan headgear. Ada pertandingan 4 ronde, 6 ronde, 8 ronde, 10 ronde, dan 12 ronde. Untuk semua pertandingan kelas dunia pakai yang 12 ronde.
Langsung aja sih, setiap cabang olahraga pasti ada kelas-kelasnya, supaya setiap pertandingan terasa adil :)
 
Berdasarkan kelas di atas, kalau dihitung-hitung saya masuk kelas ringan junior :v
Bicara tentang tinju Indonesia jelas yang kepikiran oleh saya adalah abang Chris John, juara dunia kelas bulu versi WBA 26 September 2003, bertahan selama 10 tahun sampai tahun 2013 kalah dari Simpiwe Vetyeka. Ada Ellyas Pical (juara dunia bantam junior IBF), Nico Thomas (juara dunia terbang junior versi IBF), Muhammad Rachman (juara dunia terbang junior versi IBF), Suwito Lagola (juara dunia welter versi WBF), dan Daud Jordan (juara dunia kelas bulu versi IBO). Tinju Indonesia ternyata keren, walau sekarang tinju sudah tidak terlalu digemari. Rasanya orang sudah tidak terlalu tertarik dengan ajang kompetisi olahraga. Yang masih eksis digemari secara global saya rasa tinggal sepakbola, itu pun kok rasanya gairahnya sudah menurun ya ._.

Mungkin bagi yang masih asing dengan topik ini bertanya-tanya, kenapa juara dunianya ada banyak versi. Berarti juara dunianya untuk tiap kelas ada banyak? Yup. Gelar juara dunia itu dianugerahkan dari badan-badan tinju internasional. Masing-masing punya juaranya sendiri, walau ada juga yang memberikan gelar pada petinju yang sama. Ada beberapa organisasi yang saya ketahui :
  1. WBA (World Boxing Association)
  2. WBC (World Boxing Council)
  3. WBO (World Boxing Organization)
  4. WBF (World Boxing Federation)
  5. IBF (International Boxing Federation)
  6. IBA (International Boxing Association)
  7. IBC (International Boxing Council)
  8. IBO (International Boxing Organization)
  9. WBU (World Boxing Union)
  10. IBU (International Boxing Union)
Di antaranya, menurut saya yang paling bergengsi adalah gelar dari WBA, WBC, dan IBF. Kenapa ada banyak organisasi dan banyak juara dunia? Enggak tau -_- Yang jelas selain persaingannya berat, anggarannya juga mahal (honor bertanding). Wajar sih, saling pukul mati-matian di atas ring, bisa aja mati lagi (ada banyak kasus petinju cacat permanen dan atau meninggal di atas ring). Mungkin banyak orang heran kenapa ada aja yang mau berantem, ada aturannya lagi, risikonya besar. Namanya juga olahraga, menjajal kemampuan atau sekadar menyalurkan tenaga yang berlebih, atau memang sudah telanjur suka.

Ada lagi satu badan tinju internasional yang saya tahu, yaitu OPBF (Oriental dan Pacific Boxing Federation), dari namanya bisa diketahui tingkatnya di bawah organisasi kelas dunia yaitu kawasan Asia dan Samudra Pasifik, tapi tetap saja bergengsi. Didirikan oleh komisi tinju Jepang, Filipina dan Korea, sekarang sudah memiliki 19 anggota yang meliputi Australia, Hawaii, hingga Cina, Selandia Baru dan Mongolia. Tentu saja Indonesia juga termasuk salah satu anggotanya. Untuk periode 2012-2015 ini juara dari masing-masing kelas didominasi petinju Jepang.

Lalu, bisakah seorang juara dunia mendapat gelar juara lebih dari satu badan organisasi? Bisa. Namanya unifikasi atau penyatuan gelar. Untuk bisa mendapat dua atau lebih gelar tentu harus bertanding dan menang lawan pemilik gelarnya. Ada juga beberapa kasus di mana organisasi itu sendiri yang memberikan gelar tanpa bertanding. Kalau berhasil memperoleh unifikasi, bisa mendapatkan gelar kehormatan Undisputed Champion (juara yang sudah tidak perlu dipersoalkan). Pokoknya no doubt lah buat juara yang berhasil unifikasi ini.
Undisputed Champion yang saya ketahui cuma beberapa : Jack Dempsey, Muhammad Ali, George Foreman, Leon Spinks, Mike Tyson, Evander Holyfield, Bob Foster, Michael Spinks, Sugar Ray Leonard, Robert Duran... dan sebenarnya masih ada banyak. Lengkapnya cek di sini. Chris John juga hampir unifikasi sebenarnya di pertandingan lawan Simpiwe Vetyeka :")

Yang jelas berarti buat kelas berat, mau beratnya 100 kg, mau 150 kg, 200 kg juga peduli amat gitu ya, tetep cus tanding? Kenapa ya nggak dibuatkan pengkelasan lagi untuk bobot di atas 100 kg, mungkin bisa dinamai Kelas Ekstrem, atau Ekstra Berat :v
Syukurlah petinju-petinju itu diasuransikan, maksudnya nggak boleh berantem dengan orang awam selain di atas ring (pertandingan resmi). Jadi hampir nggak mungkin kita menemui petinju yang berkelahi di jalanan, bisa mati lawannya. Kecuali, mungkin yang semacam street fighting resmi, favorit saya sih ajang UFC (Ultimate Fighting Championship) eyang Royce Gracie dengan brazilian ju-jutsu *_*
Petinju-petinju kelas bulu ke bawah badannya kecil dan ramping, nggak terlihat bertenaga tapi pukulannya kuat-kuat. Jadi mikir, dipukul Mike Tyson rasanya kayak apa ya ._.

Sumber :
http://mulydelavega.blogspot.com/2009/05/wbu-mengapa-tidak-pak-tua-george.html
https://novanherfiyana.wordpress.com/2009/05/05/badan-tinju-dunia-makin-tak-dihargai/
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_undisputed_boxing_champions
http://en.wikipedia.org/wiki/Oriental_and_Pacific_Boxing_Federation
Fight!! Ippo, Japanese Comic